Sabtu, 17 September 2011

Revolution Betrayed - Leon Trotsky



Revolusi yang Dikhianati adalah salah satu karya Marxis terpenting. Karya ini adalah satu-satunya analisa Marxis yang serius mengenai apa yang terjadi pada Revolusi Rusia setelah kematian Lenin. Tanpa pemahaman penuh akan karya ini, mustahil bagi kita untuk mengerti mengapa Uni Soviet runtuh dan peristiwa-peristiwa sepuluh tahun belakangan ini di Rusia dan juga dalam skala dunia.
Bagi kaum Marxis, Revolusi Oktober 1917 adalah satu peristiwa terbesar di dalam sejarah umat manusia. Bila kita mengecualikan episode Komune Paris yang megah dan singkat, maka untuk pertama kalinya kelas buruh berhasil menumbangkan penindasnya dan setidaknya memulai tugas merubah masyarakat ke arah sosialisme.
Revolusi Oktober telah dibenarkan sepenuhnya oleh sejarah. Seperti yang ditunjukkan oleh Leon Trotsky di Revolusi yang Dikhianati, untuk pertama kalinya sosialisme diuji, bukan dalam bahasa dialektika, tetapi dalam bahasa besi-baja, batu bara, listrik, dan semen. Ekonomi ternasionalisasi yang terencana, yang dibawa oleh Revolusi Oktober, berhasil dalam waktu yang sangat pendek mengubah sebuah ekonomi yang terbelakang seperti Pakistan hari ini menjadi negeri terkuat kedua di muka bumi.
Akan tetapi, Revolusi Oktober terjadi, bukan di sebuah negeri kapitalis maju seperti yang diharapkan oleh Marx, tetapi di sebuah negeri dengan keterbelakangan yang sangat parah. Untuk memberikan satu gambaran mengenai keadaan yang dihadapi oleh Bolshevik, dalam hanya satu tahun, pada tahun 1920, 6 juta rakyat mati kelaparan di Uni Soviet.
Marx dan Engels sejak dulu telah menjelaskan bahwa sosialisme – sebuah masyarakat tanpa kelas – membutuhkan kondisi material untuk bisa eksis. Sosialisme harus memiliki titik awal perkembangan yang lebih tinggi dari pada negeri kapitalis termaju (AS misalnya). Hanya dengan basis industri, pertanian, sains dan teknologi yang sangat maju kita bisa menjamin kondisi untuk perkembangan umat manusia yang bebas, dimulai dengan pengurangan drastis jam kerja yang merupakan syarat utama bagi kelas pekerja untuk bisa mengontrol dan mengelola masyarakat secara demokratik.


My Life(Biography) - Leon Trotsky

Leon Trotsky, nama aslinya adalah Lev Davidovich Bronstein, dilahirkan pada tanggal 7 November 1879, adalah seorang revolusioner dan ahli teori Marxis. Bersama dengan Lenin, dia adalah salah seorang pemimpin Revolusi Oktober 1917, yakni revolusi buruh yang pertama di dunia yang berhasil menumbangkan kapitalisme.
Dia terlibat aktif di gerakan buruh semenjak berumur 18 tahun, ketika dia membantu mengorganisir Serikat Buruh Rusia Selatan di Nikolayev pada awal tahun 1897. Tidak lama kemudian, dia dan 200 anggota serikat buruh tersebut dipenjara dan lalu dikirim ke pengasingan di Siberia. Pada tahun 1902, dia melarikan diri dari Siberia dan pindah ke London dimana dia pertama kalinya bertemu dengan Lenin, dan lalu membantu Lenin menerbitkan koran Iskra.
Pada tahun 1905, Trotsky menyelinap kembali ke Rusia dan aktif di bawahtanah. Lalu Revolusi 1905 meledak dan Soviet yang pertama terbentuk di St. Petersburg dimana Trotsky terpilih menjadi presidennya. Revolusi ini menemui kegagalan. Soviet St. Petersburg dibubarkan dan Trotsky beserta pemimpin-pemimpin Soviet lainnya ditangkap dan diasingkan lagi ke Siberia. Dari pengalaman Revolusi 1905, yang disebut Trotsky sebagai “latihan untuk Revolusi 1917”, Trotsky menganalisa prospek revolusi untuk Rusia di dalam bukunya Hasil dan Prospek pada tahun 1906 yang merupakan formulasi teori revolusi permanennya yang pertama.
Dengan pecahnya Perang Dunia Pertama pada tahun 1914, Trotsky bersama-sama dengan Lenin dan kaum revolusioner lainnya menentang perang imperialis ini, sedangkan hampir semua partai-partai Sosial Demokrasi yang tergabung di Internasional Kedua mendukung perang ini. Perang Dunia Pertama ini menggoncang situasi politik di Rusia dan akhirnya mendorong Revolusi Februari 1917 yang menumbangkan Tsar, dan lalu disusul oleh Revolusi Oktober 1917 yang membawa kelas pekerja ke tampuk kekuasaan. Trotsky duduk sebagai Presiden Soviet Petograd dan juga pemimpin dari Komite Militer Revolusioner yang merencanakan persiapan dan pelaksanaan Revolusi Oktober.
Trotsky menulis di buku otobiografinya My Life,, “Sorenya [satu hari sebelum Revolusi Oktober], sembari kita menunggu pembukaan kongres Soviet, Lenin dan saya beristirahat di sebuah ruangan di sebelah ruang pertemuan, sebuah ruangan yang kosong melompong kecuali dengan kursi-kursi. Seseorang telah menggelar sebuah selimut di lantai untuk kami, dan saya rasa saudara perempuan Lenin yang membawakan kami bantal. Kami berbaring bersebelahan; tubuh dan jiwa beristirahat. Ini adalah istirahat yang kami butuhkan. Kami tidak bisa tidur, jadi kami berbicara dengan suara perlahan …[Lenin berkata] ‘Sungguh sebuah pemandangan yang menakjubkan: seorang buruh dengan sepucuk senapan, bersebelahan dengan seorang prajurit, berdiri bersama di jalanan!” dia mengulanginya dengan perasaan yang mendalam. Akhirnya para prajurit dan para buruh telah bersatu!”